sarasHijra

Review Jujur Berobat di RSUP dr. Kariadi Semarang, Puas atau Enggak?

1 komentar

Oleh Saras Hijrah

Penulis adalah mantan pegawai BPJS Kesehatan berdomisili di Semarang


Bismillahirrahmanirrahim


Sebuah Sudut Pandang


Review Jujur Berobat di RSUP dr. Kariadi  Semarang, Puas atau Enggak? Banyak poin penilaian yang bisa menyimpulkan puas atau enggak. Lengkapnya baca tulisan di bawah ini yes...

Puas apa Enggak Berobat di RS Kariadi Semarang

Kacamata Emak Saras

Mengapa emak menuliskan sebagai mantan pegawai BPJS Kesehatan? Gak biasanya Makk. Ya, karena sedikit banyak paham alur dan standar pelayanan di sebuah fasilitas kesehatan. Beda kan kalau yang komen dari kacamata masyarakat umum. 


Tujuan

Review ini bermaksud membandingkan pelayanan medis dan non medis dari awal ibu dari emak saras periksa rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang (selanjutnya emak sebut sebagai RS Kariadi).

Terhitung mulai September 2019 sejak tegak diagnosa dokter :  SLE atau familiar disebut Lupus, sebuah penyakit autoimun. 


Jadi ibu rutin setiap bulan kontrol rawat jalan di poli dalam Gedung Merpati sampai tulisan ini emak buat, 15 Januari 2024.


Peserta BPJS Kesehatan

Sebagai peserta BPJS Kesehatan, ibu pun menggunakan fasilitas tersebut sesuai aturan berlaku di Kariadi.

Periksa dokter, pemeriksaan penunjang seperti rontgen, laboratorium, dan obat free alias gratis selama indikasi medis. 


Indikasi medis kui opo mbak

Ya sesuai anamnesa alias pemeriksaan dokter bukan "menurut keinginan/ selera pasien. "


Pelayanan di RS

Pelayanan secara Umum di RS

Pelayanan Medis

Menurut Kemenkes adalah serangkaian kegiatan yang diberikan kepada paien sesuai standar pelayanan medis yang telah ditentukan dan biasanya pada pelayanan tersebut digunakan sumber daya serta fasilitas yang optimal. 


Pelayanan Non Medis

Dari Badan Pengawas RS pelayanan non medis adalah pelayanan yang diberikan pasien di RS yang secara tidak langsung berkaitan dengan pelayanan medik, antara lain hostel, administrasi, laundry, dan lain-lain.

Pelayanan di RSUP dr. Kariadi

RSUP dr. Kariadi juga punya berbagai fasilitas layanan.

Ada rawat jalan umum dan eksekutif juga rawat inap umum dan eksekutif.


Disebut eksekutif karena memfasilitasi pasien yang membutuhkan kenyamanan "lebih".

Ini yang sudah emak tulis di awal ya, boleh up lagi poin pelayanan non medis.

Misalnya ruang tunggu ber-AC, fasilitas kantin ber-AC, free minuman di hari tertentu.


Kalau pelayanan medis sama lah gak dibedakan antara umum dan eksekutif.

Review Jujur

Balik ke kasus ibu yuks.

Bila periksa di poli di Gedung Merpati memang harus berbekal iman dan takwa, eh maaf berbekal sabar, jangan serius amat hihi.


Karena pasien yang dilayani buanyakkk dari seluruh Jawa Tengah, bestie. 

Kok bisa? 

Sebagai RS tipe A, maka RSUP dr. Kariadi menerima rujukan kasus dari RS tipe B dan C dari 1 area provinsi Jateng. Bahkan rujukan dari provinsi lain di Pulau Jawa, Kalimantan dan pulau lain. 


Kok tau? Ya emak kenalan lanjut ngobrol sesama pasien yang antri, mereka bisa dari Brebes, Tegal, Kudus, Samarinda dengan beragam cerita perjalanan dan penyakitnya.


Disitulah rasa bersyukur membuncah karena rumah emak masih tetanggaan sama RS ini, 5 menit udah sampai. 

Jadi meski kadang bisa seharian di Kariadi, pulang juga dekat, mau mlipir ke warung untuk ngganjal perut juga sudah hapal dimana mesti beli. 


Terus apa nih review jujurnya? 

Pengantarnya kepanjangan ya, hehe maaf.. Maklum lama gak nulis nih. 


1. Fasilitas 


Fasilitas yang sudah dibenahi adalah :

a. Adanya keset anti selip di area washtafel kamar mandi pendaftaran rawat jalan Gedung Merpati. 

Duluu gak ada, jadi lantai yang basah rawan mleseti (Jawa : membuat terpleset). 

Meski para cleaning service sigap ngepel kok. 


b. Disediakan mic untuk perawat di poli rawat jalan. 

Gak kebayang kalau dulu perawat mesti bengak-bengok manggil pasien atau mesti minjem ke mbak mas admin sementara personel pas terbatas tapi pasien menyemut. 


c. Ada kartu yang digantung di depan pintu poli dalam sebagai penanda antrian yang sedang dilayani. 

Setelah emak dekati, ada note-nya  "Mohon maaf menunggu digitalisasi yang sedang dibangun, saat ini masih menggunakan antrian manual. "


Taukk aja, saya (dan keluarga pasien lain tentunya) kadang nanya ke perawat,

"Mbak, Mas sekarang antrian berapa? "

Menunggu digitalisasi no antrian


d. Ada petugas farmasi khusus yang menerima resep obat dari poli dalam.


Duh, duluu 6 bulan yang lalu, semua petugas menerima resep dari semua poli.

Dimana waktunya hampir bersamaan dari berbagai poli, jadi lautan manusia tumplek blek di area farmasi rawat jalan Merpati. 


Untuk menyerahkan resep aja ambil nomer antrian, waktu tunggu bisa 1 jam.

Lalu resep diserahkan dan dicek kelengkapan berkas. Habis itu dapat nomer antrian lagi untuk dapat obat. Waktunya bisa 2 jam tergantung banyaknya resep yang masuk. 


Dengan adanya petugas penerima resep khusus dari poli dalam bisa mempersingkat waktu tunggu. Meski emak belum ngitung berapa menit hemat waktunya. 


Selain itu gak uyel-uyelan di depan loket farmasi.


Kalau emak sudah prepare sehari itu hanya untuk nongkrong di Kariadi (gak ada jadwal lain) ya udah kudu siap bawa ransum. 

Tas tenteng bisa berisi : botol minum, snack, buah, buku bacaan, notes, quran online, pulpen, hand sanitizer dan ear phone


Jadi waktu menunggu tetep produktif dan gak kelaparan wkwkwk. 


Tapi kalau ada jadwal lain, abis dapat nomer antrian ambil obat, emak tinggal pulang aja.

Obat diambil nanti sore sebelum jam 18 saat farmasi tutup. 

Kasusnya kalau dalam kota yaaa. 


e. Ruang Tunggu Farmasi Lebih Nyaman


Seingat emak akhir tahun 2022 lokasi farmasi rawat jalan Merpati ada di sebelah Barat Gedung Rehab Medik. Tepatnya di bagian depan Gedung  Hydrotheraphy.


Ruang tunggunya di teras sehingga kalau hujan para pasien dan pengantar ya kecipratan air hujan. Kalau cuaca panas di atas jam 13, kami pun merasa gerah.


Sekarang ruang tunggu farmasi satu tempat dengan pendaftaran rawat jalan Merpati yang indoor dan ber-AC. Meski di jam puncak pelayanan seringnya masih ada pasien dan pengantar yang berdiri karena kursi full seat. 

Fasilitas yang Masih PR :


a. Area parkir kendaraan roda 2 di area antara Gedung Garuda dan Kasuari (Oncologi Center). 

Kalau hujan, area ini becekkk bin bletok

Bila malam hari, area ini minim lampu. 

Jadi kalau pas dari sini malam hari dan habis hujan, emak kudu pake lampu HP untuk menerangi biar gak kesasar juga kepleset


Betewe setahun lalu tepatnya November 2022 saat Ibu opnam di Gedung Garuda,

Bapaknya emak sudah pernah komplain ke tukang parkirnya, respon mase kang parkir,

"Percuma Pak kalau lapor ke saya, mending Bapak lapor ke customer servis aja. "

Hingga saat ini, kondisinya masih 11 12.


b. Perlu ada zebra cross di depan pintu masuk yaitu 1 titik di Jl. Soetomo dan 2 titik di Jl. Kariadi. 

Bisa kerjasama dengan Dishub untuk hal ini. 

Ngeri-ngeri sedep lo kalau nyebrang sementara -pengemudi Semarang yang katanya orang Jakarta terkenal belum mau ngalah- , duhhh😂 


c. Lampu penerangan di 2 titik pintu keluar masuk di Jl. Kariadi juga kurang terang deh. Utamanya yang ada plang nama RS, buat branding perlu itu. 


d. Kantin di area rawat jalan Merpati kenapa diperkecil dan kurang representatif.

Kalau kantin yang lama (di tempat yang sekarang direnov jadi MRI) luas, cukup nyaman, ada area untuk dine in


Sementara kantin sekarang hanya layani take away dan pas saya kesana hari ini, jam 14.25 sudah tutup. Memang area Jl. Kariadi dan Jl. Veteran full warung dan kulineran tapi kalau darurat haus lapar pasti nyari yang deket kan. 

Apalagi kalau penunggu pasien cuma 1 dan pasien tidak memungkinkan ditinggal sendirian. 


e. Terbatasnya pilihan waktu periksa di pendaftaran online.

Emak daftar masih melalui web karena HP full kalau kebanyakan aplikasi hehe.

Yang emak sayangkan kenapa daftar online sekarang dibatasi pilihan waktu kontrolnya?


Kalau dulu, lebih banyak pilihan waktunya jadi bila kuota penuh bisa langsung pilih urutan hari terdekat dalam 1x akses.


Dengan dibatasi pilihan waktu, emak harus mantengin HP tiap hari. Cepet-cepetan dapat kuota pasien periksa.


Karena kalau kuota habis, berarti ibu mundur jadwal kontrolnya. Padahal jatah obat sudah habis.

Antisipas pribadi ya obat beli sendiri di luar BPJS agar ibu tidak terputus terapinya.


Kami bersyukur masih diberi kemampuan untuk beli obat autoimun yang satu tabletnya 25 ribu.

Pertanyaannya, bagaimana dengan pasien yang kurang mampu?


Pilihan waktu periksa terbatas

2. Pelayanan


a. Sapaan ramah, santun dari semua elemen RS. 

Standar pelayanan publik emang harus gini kan ya. Gak cuma mbak-mbak customer service tapi juga tim admin, paramedis, security, dan cleaning service

Jadi saat saya ucapkan "Terima kasih", mereka menjawab "Dengan senang hati". 

Emak adopt nih. Good


b. Tanggap dan cukup responsif terhadap kesulitan pasien. 


Ada 2 cerita tentang hal ini.


Cerita Pertama

Yang pertama saat emak kelupaan meminta berkas arsiran asli dari protokol terapi milik ibu.

Saat itu ibu rawat inap dan untuk memudahkan riwayat pemeriksaan maka semua data medis emak serahkan ke perawat di awal perawatan. Oiya ibu menginap di Gedung Garuda.


Baru sadar saat mau kontrol post opnam, arsiran itu gak ada di dompet berkas ibu.

Langsung emak minta tolong teman yang dinas sebagai perawat di ruang rawat inap untuk bisa bantu kroscek apa betul berkas ibu masih ada di RS.


Alhamdulillah dibantu dicarikan dan kami janjian untuk ketemu. Karena kebetulan kontrol di Gedung Merpati maka disepakati emak akan mampir ke Gedung Garuda untuk ambil berkas.


Ternyata waktunya harus berkejaran dengan dirujuknya ibu ke rehab medik.

Singkat cerita, berkas dititipkan ke petugas admin dan sengaja menemui emak di gedung rehab medik.

Padahal lokasinya dari ujung ke ujung. Maturnuwun mas sudah dianter langsung. Service excellent.


Cerita Kedua

Suatu saat emak kelupaan bawa tas mukena dan tas tenteng ibu after di-rontgen sebelum masuk kamar rawat inap. Begitu di kamar baru ngeh ada yang ketinggalan. 


Langsung lapor ke meja perawat dan mereka cuzz telepon bagian radiologi. Singkat cerita barang yang ketinggalan sukses diamankan petugas jaga (karena isinya HP dan uang cash) dan emak diminta langsung ambil kesana. 


Tau gak kejadian itu jam 11 malam sodaraaa. Karena perawat hanya ber-2 di lantai 2 Garuda lama maka terpaksa emak ambil sendiri ke radiologi central. 


Coba deh bayangkeun menyusuri lorong demi lorong di RS sebesar itu tengah malam sendirian.

Badan capek, ngantuk, wis bismillah sambil nyetel murottal aja coz gak ada pilihan lain.


Syukurlah di lorong menuju radiologi ada perawat yang mbarengi. Sekilas emak liat, kakinya napak kok gak melayang xixixixi, aman. 

Alhamdulillah tas beserta isinya aman juga utuh. Maturnuwun mas-mas petugas radiologi. 


Kenal baik secara personal dengan SDM di Kariadi memang banyak membantu. Namun harapan emak meski tak ada koneksi dengan orang dalam pun, pelayanan tetap prima yes.


Penutup

Itu aja review jujur berobat di RS dr. Kariadi Semarang, puas atau enggak Makk?


Puass donk, dapat bintang 4,5 karena banyak peningkatan dari tahun ke tahun.

Kenapa gak sekalian bintang 5 nih Mak? tanggung....

Biar gak cepet puas dan bisa terus berinovasi yaa tim RS Kariadi.


Mudah-mudahan dapat direspon baik oleh pembaca ya.

Penilaian ini jelas subyektif , pengamatan seadanya tanpa statistik atau metode penelitian ala skripsi apalagi tesis. 


Mohon maaf lahir batin bila ada yang kurang berkenan. 

Salam sehat dan semangat ☝





Saras Hijrah
Seorang ibu pembelajar yang sadar akan kekurangan dirinya dan terus menempa diri menjadi seseorang yang bermanfaat bagi diri dan lingkungan
Terbaru Lebih lama

Related Posts

1 komentar

  1. Semoga Ibunda segera sembuh dan keluarga yang mendampingi bliau selalu sehat dan gembira ya ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar